Catatan MTQMN 15 di Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Malang

Minggu, Juli 30, 2017

Perhelatan Akbar MTQMN (Musabaqoh Tilawatil Qur'an Mahasiswa Nasional) dilaksanakan 2 tahun sekali oleh Kemenristekdikti. Terakhir dilaksanakan MTQMN adalah Tahun 2015 di Universitas Indonesia, MTQMN 14. Dua tahun berlalu, sekarang,  (Juli 2017) perhelatan tersebut kembali di gelar di Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Malang,  MTQMN 15. Tidak ada yang tahu kenapa Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Malang menjadi tuan rumah perhelatan akbar dua tahunan ini, yang jelas tahun 2015 Universitas Negeri Malang menjadi Juara Umum dalam MTQMN 14. Mungkin itu menjadi salah satu pertimbangan.

Karena perhelatan ini dilaksanakan dua tahun sekali, tentunya saya tergugah untuk membuat catatan di MTQMN 15 Tahun 2017. Tujuannya  adalah untuk memudahkan para peserta yang mengikuti MTQMN selanjutnya dengan melihat gambaran MTQMN sebelumnya. Alasan lain, sebagai ajang untuk memperkuat ingatan saya dalam mengenang memori-memori berharga pada MTQMN 15 yang mungkin pada perhelatan selanjutnya saya tidak akan ikut (Dua tahun berikutnya Insya Allah Lulus : Amiin).


(Kafilah Universitas Siliwangi) 
Jagalah semua hal dan memori dalam hidupmu. Bagikan hanya pada mereka yang memberikanmu harapan dan mampu membuat bangun dari masa lalu dan membangun sebuah jembatan untuk masa depan. -Mella Stepanek- 

Hari Pertama (28 Juli 2017)

Setelah sehari saya dan teman-teman sekafilah Universitas Siliwangi tiba di Kota Malang, Kamis (27 Juli 2017). Hari Jum'at (28 Juli 2017) telah dimulai rangkaian acara MTQMN 15. Pukul 07.00  setelah saya sholat shubuh di Masjid At-Tarbiyah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim -meski MTQMN di laksanakan di Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Malang kami paling lama berada di UIN Maliki Malang karena tempat penginapan kami di Ma'had UIN Maliki Malang- ,saya dan teman-teman bersama-sama menaiki bus yang telah disediakan oleh panitia menuju ke Universitas Negeri Malang untuk melaksanakan pawai ta'aruf.

Bukan hal aneh, dalam pelaksanaan MTQ atau MTQMN selalu di awali dengan pawai ta'aruf. Mungkin esensi dari taa'ruf sendiri merupakan perkenalan dari setiap kafilah maka pawai ta'aruf dilaksanakan di awal rangkaian acara. Tidak mungkin kan perkenalan dilaksanakan di tengah maupun di akhir acara?

(Tiba di Universitas Negeri Malang)

10 Menit berlalu, saya dan teman-teman memasuki gerbang utama Universitas Negeri Malang. Pertama kali memasukinya, ada perasaan kagum yang amat berlebih. Gerbang utama begitu besar dan mewah. Tak lupa, banner MTQMN ada di mana-mana "Selamat datang di UM para kafilah MTQMN 15". Dikarenakan Ikhwan dan akhwat berada pada bus yang berbeda, saya dan teman-teman ikhwan menunggu kedatangan kafilah-kafilah akhwat di Bazaar MTQMN 15. Sembari menunggu, saya mulai berbincang-bincang dengan teman-teman dari kafilah lain yang sudah tiba di UM. Tak lupa kami juga berfoto bersama.

(Berfoto bersama Universitas Palangkaraya)

Setelah menunggu beberapa menit, tiba-tiba ada pesan dari Mbak Mimma dan Mas Nainun selaku LO (Liaison Officer : semacam penanggung jawab setiap kafilah dari pihak panitia) kafilah unsil untuk menunggu di sekitaran gedung Graha Cakrawala UM.

Saya juga baru pertama kali mendengar istilah LO ada di MTQ. Karena biasanya LO tidak ada dalam MTQ yang di selenggarakan oleh LPTQ. Mungkin adanya LO adalah untuk perantara/penghubung antara Panitia dengan kafilah. Bisa dibilang LO semacam jembatan informasi. Itu logis, karena ada banyak sekali kafilah mtqmn sekitar 250 dengan total peserta dan official/pembimbing 3000 orang. Dan itu merupakan salah satu pembeda MTQ biasa dengan MTQMN.

Pukul 08.00, rombongan kafilah berkumpul di stadion UM. dan disanalah saya dan teman-teman kafilah ikhwan dan akhwat berkumpul bersama persiapan untuk pelaksanaan pawai ta'aruf. Hampir 1 jam kita bersiap-siap. Dalam satu jam tersebut tentunya diisi oleh berbagai hal seperti foto-foto bersama dan makan pagi. Oh iya, untuk makan semuanya di tanggung oleh panitia, pagi, siang dan malam para peserta di beri semacam kupon makanan. Tak lupa, dosen-dosen universitas siliwangi juga hadir dalam stadion untuk menyemangati dan memberi pengarahan terkait pelaksanaan MTQMN 15 di UB dan UM.

(Persiapan Pawai Ta'aruf)

Ada hal yang menarik dalam pawai ta'aruf. Semua kafilah seolah tersihir oleh payung geulis yang teman-teman akhwat bawa. Yah, payung geulis merupakan budaya khas Tasikmalaya yang notabene Daerah dimana Universitas Siliwangi berdiri. Sampai-sampai ada banyak yang ingin berfoto. Hingga puncaknya panitia meminta salah satu payung geulis dan masuk dalam official webnya

Hampir 1 jam para kafilah mengadakan pawai ta'aruf. Dalam pelaksanaan pawai ta'aruf, para kafilah berjalan dari UM ke UB. Sampai di UB, ternyata ada pembukaan pawai ta'aruf di Lapangan Utama Rektorat Universitas Brawijaya. Dan apa yang terjadi? saya dan teman-teman tercengang dengan suasana di UB, khususnya dekorasi panggung utama MTQMN 15 benar-benar luar biasa. all out. Setelah melewati beberapa acara di panggung utama. Para kafilah ikhwan masuk ke masjid Raden Fatah untuk melaksanakan ibadah sholat jum'at.

Setelah sholat jum'at tidak ada lagi acara, dan kami pulang ke penginapan di UIN Maliki Malang untuk beristirahat dan persiapan untuk acara pembukaan pada malam hari yang akan di hadiri oleh Bapak Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof.H.Mohamad Nasir, Ph.D.,Ak. dan Kedubes Arab Saudi.

(Suasana Pawai Ta'aruf)

(Panggung Utama MTQMN 15)

Setelah Shalat Maghrib para kafilah kembali berkumpul di lapangan rektorat Universitas Brawijaya untuk melaksanakan pembukaan MTQMN 15. Sayangnya, pembukaan MTQMN 15 tidak sesuai dengan jadwal yang tertera. Di jadwal pembukaan dimulai Ba'da Maghrib. Akan tetapi, pada kenyataannya di buka Ba'da Isya. Imbasnya para kafilah-kafilah harus menunggu selama satu jam. Tepat pukul 19.30 WIB pembukaan dimulai. Seluruh peserta dan official di suguhi oleh beberapa acara yang luar biasa. Dibuka dengan penamfilan Marching Band UB, pembacaan qur'an oleh pemenang MTQMN 14. Di lanjutkan oleh sambutan dari Rektor UB dan pembukaan secara seremonial oleh Menristekdikti. Dan Acara hiburan-hiburan. Seperti penampilan defile / parade kebudayaan adat dari perwakilan setiap kafilah dari sabang sampai merauke. Kemudian, Haflah Tilawah oleh Qori-qori Internasional, Penampilan Teater Kolosal tentang "Lentera Nusantara", Video Official MTQMN dan ditutup oleh Lantunan lagu dari Opick. Satu hal yang paling membekas di ingatan saya ketika sambutan oleh Kedubes Arab Saudi yang membagikan 5000 Mushaf dan Pemberian Hadiah Ibadah Haji dan Umroh kepada para pemenang MTQMN 15. Luar Biasa !!!

(Suasana Pembukaan MTQMN 15)

Hari Kedua (29 Juli 2017)

Pada hari kedua, barulah para kafilah mulai berlomba di MTQMN 15 ini. Oh iya, pada MTQMN yang ke 15 ini, setidaknya ada beberapa cabang perlombaan diantaranya:
  1. Tilawatil Qur'an (TQ)
  2. Tartilil Qur'an (TL)
  3. Qiroah Sab'ah (QS)
  4. Hifzhil Qur'an 5 Juz, 10 Juz dan 20 Juz.(HQ)
  5. Khattil Qur'an Gol. Dekorasi (KQ)
  6. Fahmil Qur'an (FQ)
  7. Syarhil Qur'an (SQ)
  8. Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an (KTIQ)
  9. Debat Ilmiah Kandungan Al-Qur'an Bahasa Arab dan Bahasa Inggris (DIA dan DII)
  10. Desain Aplikasi Komputer Al-Qur'an (DAQ)
Untuk peraturan setiap lombanya bisa kunjungi situs resmi MTQMN 15 UB dan UM www.mtqmn15.ub.um.ac.id  atau bisa di unduh disini.


Selanjutnya, dari pagi sampai malam acara MTQMN 15 diisi dengan beberapa penampilan di beberapa cabang perlombaan. Khusus perlombaan Tilawatil Qur'an pada satu hari penuh terdapat tiga shift. Shift 1 (Pagi-Siang), Shift 2 (Siang-Sore) dan Shift 3 (Malam sampai Jam 09.00). Pada hari pertama perlombaan, kafilah unsil hanya tiga cabang perlombaan yang bertanding, yakni Fahmil Qur'an, Khattil Qur'an (Putra) dan Debat Kandungan Al-Qur'an Bahasa Inggris. Dan saya hanya berkunjung pada saat pertandingan fahmil qur'an saja. Alasannya, karena jadwalnya bentrok serta tempat/venue berjauhan.



 (Suasana Pertandingan Fahmil Qur'an)

(Eksis di Backdrop Fahmil Qur'an)

Dan biasanya di UB maupun di UM setiap pagi-pagi, ba'da dzuhur dan malam hari selalu ada acara pendukung yang bertujuan untuk menyemarakkan MTQMN 15 seperti seminar, tabligh akbar dan lailatul qiro'ah. Akan tetapi, saya dan teman-teman jarang menghadirinya karena sibuk mempersiapkan penampilan supaya maksimal. Sampai pada malam hari itu (setelah perlombaan Fahmil Qur'an, Khattil Qur'an, dan Debat Inggris) malam harinya ada acara UB bersholawat yang di meriahkan oleh para habaib. Dan ? tentu saja saya dan teman-teman tidak menghadirinya. Nyesel memang, tapi mau bagaimana lagi?

Hari Ketiga (30 Juli 2017) 

Pada hari ketiga, saya dan teman-teman kafilah mulai di sibukkan oleh persiapan tampil. Ada beberapa orang teman saya  yang sudah tampil (bidang Fahmil dan dan hasilnya tidak memuaskan membuat saya dan teman-teman lainnya lebih fokus untuk mempersiapkan diri. Sampai dari pihak official kafilah unsil Pak Ade Hilman memberikan arahan kepada para peserta di pinggirang Masjid Uin Maliki Malang.



(Suasana Pertemuan)

Inti dari pertemuan tersebut adalah untuk tetap semangat, pantang menyerah, selalu menjaga kesehatan dan jangan  terlalu terbebani oleh persaingan. Seketika kami semua merasa terarahkan dan lebih tenang dalam segala situasi pra penampilan. Hebat..

Setelah selesai pertemuan, para peserta kembali ke habitatnya masing-masing. Karena saya berniat pada hari itu ingin mengeksplor Universitas Negeri Malang. Maka saya memutuskan untuk naik bus menuju UM.



(Suasana Kegiatan Pendukung dan Bazaar di UM)

Setelah sampai di UM, saya mulai menaiki sepeda MTQ yang di sediakan oleh panitia. Oh iya saya lupa, jika para peserta ingin berkeliling di UM dan  UB panitia sudah menyiapkan sepeda MTQ gratis. Kerenkan?. Lanjut...
Saya berkeliling mengitari seluruh gedung-gedung di UM dan entah kenapa pikiran saya tertuju pada salah satu gedung Fakultas MIPA Jurusan Matematika. Mungkin karena salah satu dosen saya ada yang kuliah S3 di UM (Bu Sinta Vera D) dan saya antusias sekali ingin melihat gedung belajar dan taman yang ada di FMIPA UM.





(FMIPA Universitas Negeri Malang)

Setelah tuntas kepenasaran saya terhadap FMIPA UM, saya lanjutkan keliling-keliling ke fakultas-fakultas lain. Saya terheran-heran dengan UM. ko bisa ? karena banyak sekali gerbang utamanya. Imbasnya, saya kebingungan dimana gerbang utama yang paling utamanya -_-. 

Hari Keempat (31 Juli 2017)

Setelah kemarin jadwal keliling UM, di hari keempat saya berencana ingin berkeliling UB. Tapi rencana itu gagal. Karena ada perubahan jadwal saya tampil. Semula saya harus mengambil maqro (surat dalam al-qur'an yang dibaca saat tampil) pada senin pagi 31 Juli 2017, karena ada beberapa sebab di undur menjadi senin sore. Itu berimbas pada reschedule jadwal yang telah saya rencanakan, keliling UB.

Pada akhirnya, saya hanya bisa envy dengar teman-teman kafilah yang berkeliling Kota Malang menggunakan Macito (Malang City Tour). Gratis !! ko bisa ? ya bisa dong itu merupakan apresiasi Walikota Malang terhadap para kafilah MTQMN XV 2017.  kerenkan ?

 (Suasana Macito -_-)
Sementara itu, saya hanya terbaring di tempat tidur untuk mempersiapkan mental dan segala sesuatunya sambil menunggu sore hari datang. Miris memang..

Hari Kelima (01 Agustus 2017)

Hari yang di tunggu pun datang. Hari dimana saya akan menuntaskan segala sesuatunya pada hari ini. Tampil dengan maksimal, itu tujuan saya datang jauh-jauh ke Malang dari Tasikmalaya. Saya rasa persiapan saya dalam menghadapi hari ini sudah maksimal. Buktinya kemarin saya mengasingkan diri ke hotel tempat para official berada, dan disana saya beberapa latihan bersama Pak Azis Muslim (Qori Tasikmalaya).

Tepat pukul 9.30 pagi, saya tampil kedepan panggung di Gedung Samantha Krida UB. Dan alhamdulillah lancar segala sesuatunya (menurut saya). Hanya tinggal memasrahkan hasil pada yang Maha Kuasa. Kita hanya manusia, usaha yang terpenting hasil juga penting ketang -_-. Tapi tak apalah, Tawakal saja...

(Tampil di Panggung MTQ cabang Tilawatil Qur'an)

Kalo boleh jujur, berada di atas panggung tidak seperti diatas panggung biasa saya tampil. Mungkin karena ada semacam Aquarium di atas panggung tempat dimana saya duduk. Juga ada perasaan tenang. Mungkin karena efek kedap suaranya (versi saya). Setelah selesai dan turun dari panggung, serasa hilang semua beban dipundak. plong

Selanjutnya saya menghubungi saudara sepupu saya yang sedang menempuh S2 di UIN Maliki Malang untuk menjemput dan bersilaturahmi di pesantren dia tinggal, Sabilurrasyad, Gasek. Oh iya, sore harinya merupakan penampilan terakhir dari kafilah Universitas Siliwangi cabang Syarhil Qur'an. Kami pun berkumpul untuk menyaksikan penampilan pamungkas di panggung utama MTQMN XV 2017 di UB.


Hari Keenam (02 Agustus 2017)

Wisata time...
Yah,itu kalimat yang pantas untuk mewakili apa yang terjadi pada hari keenam. saya dan teman-teman kafilah beserta LO sepakat untuk jalan-jalan ke kota batu tepatnya di Jatimpark 1. Kami janjian berkumpul di UM dan selanjutnya berniat memilih Grab dalam hal transportasi. Ada dua alasan kita semua memilih Grab. Pertama murah. Kedua Gak ribet.. itu saja? yap itu saja (jadi teringat rizki dari padang: dengan logat yang khas bilang seperti itu).


(Suasana sebelum Pemberangkatan ke Jatimpark)




(Keseruan di Jatimpark 1)

Hal yang sangat disayangkan adalah, kita semua telat datang ke jatimpark. Yap, kita datang pada siang hari dan menjelang hujan. Dan jika terjadi hujan ? maka di tutuplah semua arena permainan di Jatimpark. Akibatnya, kita semua merasa terburu-buru dalam hal menikmati suasana. Padahal, banyak hal-hal yang sifatnya edukatif di jatimpark, seperti mengenalkan budaya-budaya di Indonesia.

Oh iya, Tidak lupa kita juga membeli oleh-oleh untuk orang yang sedang menunggu kepulangan. Seperti teman-teman pembaca ketahui Malang terkenal dengan Apelnya. Maka hampir prioritas oleh-oleh yang kami bawa berbau apel. 

Dan sekedar mengingatkan saja, jangan pernah membeli keripik yang isinya 9 atau 10 dengan harga miring. kenapa? itu penipuan, isinya cuma beberapa biji saja -__-.
Karena dirasa oleh-oleh yang kita bawa kurang, maka kita juga memutuskan untuk membeli oleh-oleh dari Pakde nya Mba Mimma (LO Kafilah Unsil) sekaligus silaturahmi kerumah beliau.



 (Suasana di rumah Pakde nya Mba Mimma)

Yang membuat saya tak bisa berkata-kata adalah tentang keramahan Pakde dan Bude nya Mba Mimma yang membuat saya dan teman-teman merasa malu (banyak merepotkan). Tapi, tetap saja, meski malu juga karena rasa lapar yang menimpa, semua makanan ludes habis -_-.

Hari Ketujuh (03 Agustus 2017)

 This is Finaly..

Ini adalah akhir dari perhelatan akbar MTQMN XV 2017. Di buka dengan megah di UB. Ditutup dengan megah juga di UM. Dan satu hal yang sangat disayangkan. Dari kafilah Universitas Siliwangi tidak ada yang lolos ke babak final, sehingga ketika penutupan berlangsung hanya menjadi penonton saja. Dan yang paling banyak memenangkan perlombaan tiap cabang adalah kedua tuan Rumah UM dan UB. Dengan UM sebagai juara umum diikuti oleh UB. Tak lupa acara di tutup oleh penampilan Fatin Shidqia Lubis.




 (Suasana Penutupan di UM)

Berakhir sudah perjalanan panjang saya dan teman-teman dari kafilah Universitas Siliwangi. Meski tidak berakhir dengan membawa piala kemenangan. Yang paling berharga dari semua itu adalah seberapa banyak kita mengambil hikmah dan ibroh dari perhelatan akbar MTQMN XV 2017. Terutama pengalaman yang dialami yang tak akan pernah bisa tergantingan dengan uang. Kasarnya, dengan uang kita bisa memanipulasi semuanya dengan membeli piala sendiri dan menamainya sendiri. Tapi, bukan itu tujuannya. At least, Selamat Kepada UM dan UB yang telah berhasil mendominasi MTQMN XV 2017. Tapi tenang, pada MTQMN XVI 2019 Kafilah Unsil akan bangkit. Takbir !!! Allohuakbar !!!
Masa lalu saya adalah milik saya. Masa lalu kamu adalah milik kamu. Akan tetapi, masa depan adalah milik kita-BJ Habibie

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.